Home » » Neuritis Optik

Neuritis Optik

Written By Rizki A. Noviar on Tuesday, August 27, 2013 | 15:56

Neuritis


Indonersia - Untuk dapat melihat, berkas sinar yang masuk ke dalam mata harus dirubah menjadi sinyal saraf dan kemudian sinyal tersebut diantarkan ke otak. Proses perubahan sinar menjadi sinyal saraf terjadi di retina. Sedangkan sinyal saraf dihandarkan ke otak oleh saraf mata (nervus optic

Saraf mata merupakan bagian dari susunan saraf pusat yang terdapat di otak sehingga bila terjadi kerusakan tidak dapat dihasilkan sel-sel baru untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Hal ini menyebabkan penyakit yang mengenai saraf mata dapat menimbulkan kebutaan yang menetap. Salah satu penyakit yang mengenai saraf mata adalah Neuritis Optik.

Apakah Neuritis Optik ?
Adalah suatu peradangan yang mengenai saraf mata, umumnya disebabkan oleh kerusakan selaput pembungkus saraf. Proses ini merupakan suatu proses autoimun (proses dimana daya tahan tubuh menyerang bagian tubuh sendiri karena bagian tubuh tersebut dianggap sebagai benda asing).

Sebagian kecil peradangan saraf mata dapat disebabkan oleh penyakit mata lain atau penyakit dari bagian tubuh lainnya.

Bagaimana Gejala-gejala Neuritis Optik ?
Neuritis Optik terutama mengenai penderita usia muda, biasanya wanita dengan gejala buram yang mendadak pada satu mata (dapat juga mengenai kedua mata) disertai dengan nyeri disekitar mata terutama bila mata bergerak atau melirik. Gejala lainnya adalah gangguan lapang pandang (melihat benda hanya terlihat sebagian) dan gangguan melihat warna.

Nuritis Optik dapat juga terjadi pada anak-anak. Pada anak-anak, mempunyai gejala yang sedikit berbeda. Gejala buram menddak pada kedua mata (bukan pada saru mata) dan biasanya terjadi setelah anak tersebut menderita panas badan atau setelah gejala-gejala influensa atau setelah pemberian imunisasi.

Bagaimana Pengobatan Neuritis Optik ?
Pengobatan Neuritis Optik dengan pemberian obat anti peradangan yang dimasukkan lewat selang infus (steroid intravena) selama 3 hari. Hal ini menyebabkan penderita harus dirawat selama 3 hari di rumah sakit.

Apabila gejala-gejala tersebut terjadi kurang dari 8 hari, maka dengan pemberian obat anti peradangan tersebut akan memberikan hasil yang maksimal. Penglihatan pada sebagian besar penderita akan kembali seperti sebelum sakit dalam waktu 3 hari pemberian obat tersebut.

Perhatikan, Segeralah Berobat Apabila Terjadi :
Buram mendadak baik pada satu mata atau kedua mata disertai nyeri mata terutama sewaktu menggerakan bola mata. Pada anak waspadalah bila terjadi buram mendadak setelah anak menderita panas badan atau influensa atau setelah pemberian imunisasi.

Melihat benda hanya sebagian.

Terdapat gangguan melihat warna. Lakukanlah dengan melihat benda berwarna merah dan hijau. Tutup mata kiri dan cobalah mata kanan untuk melihat warna merah-hijau. Kemudian tutup mata kanan dan lakukan hal yang sama. Bandingkan antara mata kanan dan kiri. Apabila terdapat gangguan pada saraf mata, maka pada mata yang sakit, warna merah hijau akan terlihat lebih muda atau lebih gelap.
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

kata pepatah: "TAK KOMEN TANDA TAK MAMPU"

Mari saling membantu sesama blogger dengan memberikan komentar yang baik dan benar. Jika ingin bersaing di halaman pertama Hasil Pencarian Search Engine, mari kita lakukan persaingan sehat dengan tidak menghancurkan blog blogger lain melalui komentar spam.

Terima Kasih Sobat Sudah:
1. Berkomentar Dengan Sopan
2. Tidak Memasukkan Link Aktif Dalam Form Komentar
3. Berkomentar Sesuai Artikel/Postingan

Admin akan menghapus komentar yang tidak sesuai dengan 3 point di atas!

Coretan

 
Support : Indonersia Center | Rizki Viar |
Copyright © 2013. Indonersia Center - All Rights Reserved
Template re-design by Indonersia Center
Proudly powered by Blogger