Home » » Saya Dulu, Saya Lagi, Saya Terus

Saya Dulu, Saya Lagi, Saya Terus

Written By Rizki A. Noviar on Saturday, April 13, 2013 | 21:59

Indonersia - Agaknya akhir-akhir ini terlalu sering "mempedulikan" orang lain. Terlalu kurang "egois". Terlalu memenuhi pikiran dan perasaan dengan "dia", "dia", atau "mereka".

Ah, harusnya ini tentang saya dulu, saya lagi, dan saya terus.


Ketika membaca nasehat atau ayat yang membicarakan kemunafikan atau kelalaian manusia misalnya. Seringnya memicing mata, "hmm..yang seperti itu kayaknya si dia atau si dia.."

Atau ketika tertampak perbuatan-perbuatan orang lain seringnya, yang langsung terpikir seketika,
"kok dia begini"
"kok bisa-bisanya dia begitu?"
"padahal dia kan blablablabla.."

padahal seharusnya, sekali lagi, ini tentang
saya dulu, saya lagi, dan saya terus..

Nasehat-nasehat dan segenap peringatan harusnya secara "egois" digunakan untuk diri saya sendiri dulu. Harusnya dengan "apatis" banyak berkutat dengan diri sendiri, sibuk menghitung dan mengoreksi.

Sering sekali ada banyak hal yang saya pertanyakan teratas orang lain. Tapi ketika terlampau fokus pada “mereka”, maka ini sama sekali jadi tidak konstruktif.
Maka sekali lagi sekarang, fokusnya harus diganti ke “saya”: 
“Saya pernah begitu tidak ya selama ini?"
 "Hmm..jadi kalau seperti itu tampak tidak baik, saya tidak boleh seperti itu.."
"Kalau saya mengalami 'musibah' seperti itu saya harus bagaimana,ya?"

Sederhana. Terkadang apa-apa yang tidak sempurna ada, agar kita belajar.
ya, sekali lagi, untuk hal-hal seperti ini harusnya
saya dulu, saya lagi, dan saya terus.
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" (Tahrim 66:6)







ya, itu untuk "hal-hal ini"
tapi pada dasarnya, untuk semua hal adalah tentang
Allah dulu, Allah lagi, Allah teruuuusss... :')
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

kata pepatah: "TAK KOMEN TANDA TAK MAMPU"

Mari saling membantu sesama blogger dengan memberikan komentar yang baik dan benar. Jika ingin bersaing di halaman pertama Hasil Pencarian Search Engine, mari kita lakukan persaingan sehat dengan tidak menghancurkan blog blogger lain melalui komentar spam.

Terima Kasih Sobat Sudah:
1. Berkomentar Dengan Sopan
2. Tidak Memasukkan Link Aktif Dalam Form Komentar
3. Berkomentar Sesuai Artikel/Postingan

Admin akan menghapus komentar yang tidak sesuai dengan 3 point di atas!

Coretan

 
Support : Indonersia Center | Rizki Viar |
Copyright © 2013. Indonersia Center - All Rights Reserved
Template re-design by Indonersia Center
Proudly powered by Blogger