Home » » Hidangan "Western Style" Picu Kematian Dini

Hidangan "Western Style" Picu Kematian Dini

Written By Rizki A. Noviar on Wednesday, April 24, 2013 | 07:15

Indonersia - Jika Anda ingin sehat, janganlah sering-sering menyantap hidangan western style. Menu makanan yang kaya gula dan garam, seperti kentang goreng, hamburger, dan minuman cola, merupakan salah satu contoh hidangan western style.

Hidangan gaya barat ini juga memilki kandungan lemak dan kalori yang tinggi. Dalam hamburger seberat 105 gram, misalnya, terdapat sekitar 426 kalori. Jadi, dapat dibayangkan bila keranjingan makanan junk food ini Anda akan rentan menderita penyakit degeneratif, seperti diabetes, jantung, atau stroke.

Studi yang dilakukan terhadap ribuan pria dan wanita berkebangsaan Inggris membuktikan, hidangan western style dapat mengakibatkan penurunan fisik dan kognitif. Penelitian ini juga menemukan fakta bahwa makanan gaya western style membuat orang jadi lebih cepat tua dan mati lebih cepat.

“Kami ingin membandingkan penuaan responden yang mengikuti Alternative Healthy Eating Index (AHEI) dan tidak, setelah usia 16 tahun,” kata Tasnime Akbaraly, peneliti dari Department of Epidemiology and Public Health di University College London.

Penelitian yang berlangsung 16 tahun ini diikuti 5.350 pria dan wanita, dengan rata-rata usia 51 tahun. Setiap lima tahun para peneliti mengumpulkan data dari para responden, termasuk kebiasaan makan, catatan rumah sakit, dan kematian.

Tim peneliti membagi data hasil riset tersebut menjadi lima kategori. Kategori pertama adalah mereka yang mengalami penuaan ideal sebesar 4 persen. Responden pada kategori ini terbebas dari penyakit kronis dan berpenampilan baik secara fisik, mental, dan kognitif. Kategori selanjutnya adalah menderita penyakit nonfatal kardiovaskular sebesar 12,7 persen, meninggal karena penyakit kardiovaskular mendapat porsi 2,8 persen, meninggal karena penyakit nonkardiovaskular sebesar 7,3 persen, dan mengalami penuaan normal 73,2 persen.

Dari penelitian ini disimpulkan, responden yang tidak melaksanakan AHEI berpeluang lebih besar menderita penyakit kardiovaskular maupun nonkardiovaskular. Sementara yang rutin mengonsumsi hidangan western style berpeluang lebih kecil mengalami penuaan ideal.

“Mengikuti anjuran pola makan spesifik seperti AHEI meningkatkan peluang untuk tetap sehat dan bebas penyakit kronis saat usia lanjut," kata Akbaraly.

AHEI adalah pola makan yang diperkenalkan Harvard Medical School. Pola ini mensyaratkan setengah piring makan diisi sayur dan buah, mengonsumsi susu rendah lemak, menghitung jumlah asupan garam, dan rajin minum air putih. Pola makan sehat ini akan mengurangi asupan lemak, kolesterol, dan garam ke dalam tubuh. Hasilnya, lemak, kolesterol, dan garam tidak menghambat aliran darah di pembuluh yang menjadi sebab utama penyakit tekanan darah tinggi dan penyakit degeneratif lainnya.
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

kata pepatah: "TAK KOMEN TANDA TAK MAMPU"

Mari saling membantu sesama blogger dengan memberikan komentar yang baik dan benar. Jika ingin bersaing di halaman pertama Hasil Pencarian Search Engine, mari kita lakukan persaingan sehat dengan tidak menghancurkan blog blogger lain melalui komentar spam.

Terima Kasih Sobat Sudah:
1. Berkomentar Dengan Sopan
2. Tidak Memasukkan Link Aktif Dalam Form Komentar
3. Berkomentar Sesuai Artikel/Postingan

Admin akan menghapus komentar yang tidak sesuai dengan 3 point di atas!

Coretan

 
Support : Indonersia Center | Rizki Viar |
Copyright © 2013. Indonersia Center - All Rights Reserved
Template re-design by Indonersia Center
Proudly powered by Blogger