Home » » Distraksi

Distraksi

Written By Rizki A. Noviar on Tuesday, April 2, 2013 | 07:19

Indonersia -
Sekali lagi, hati..
kamu harus ingat tentang redefinisi masalah yang telah kita sepakati
masalah adalah apapun itu, segala sesuatu yang membuatmu jauh dari Allah
berarti juga, semua, segala sesuatunya yang membuatmu makin dekat pada-Nya adalah bukan masalah, sama sekali bukan.





Beberapa waktu yang lalu mendapat sebuah ilmu baru. Tentang penafsiran dua ayat pertama dari QS At-Takatsur


ﺃَﻟْﻬﺎﻛُﻢُ ﺍﻟﺘَّﻜﺎﺛُﺮُ
Bermegah-megahan Telah Melalaikan Kamu
ayat pertama terdiri dari dua frasa "alhaa" dan "at-takatsur".

Alhaa berarti segala sesuatu yang membuat kita terdistraksi, teralihkan, dan terlalaikan dari hal yang lebih penting atau lebih baik untuk dikerjakan.

Sedangkan at-takatsur yang artinya bermegah-megahan sebenarnya memiliki makna hal apapun yang bisa menimbulkan salah satu atau ketiga efek di bawah ini :

1. Tak Pernah Merasa Cukup
Meskipun yang dimiliki sebenarnya masih mencukupi tapi selalu saja ada keinginan untuk mendapatkannya lagi dan lagi. Selalu ada alasan buat nambah kar* (eh, kok jadi ngiklan...-_-a)
Tak pernah merasa cukup dan puas.
2. Obsesif
Pernah dengar penyakit gila no.13 ? Kalau yang pernah baca tetralogi "Laskar Pelangi" pasti tahu. Ya, Obsesif Kompulsif.
Efek yang ditimbulkan dari sesuatu yang "at takatsur" adalah membuat kita terobsesi dan ambisius untuk mendapatkannya. Menyedot segenap tenaga untuk mengusahakannya dan menghalalkan segenap cara. Bahkan tak peduli jika itu berakibat mendzalimi diri sendiri maupun orang lain.
3. Ingin Pamer
At takatsur, sesuatu yang membuat kita sangat ingin memilikinya namun tujuan utamanya bukan untuk mengambil manfaat atau memenuhi kebutuhan, melainkan untuk dipamerkan. Dijadikan sarana menyombongkan diri. Menghapal Al Quran misalnya, baik, kan? Makin banyak hapalannya makin baik. Tapi kalau hal itu justru diniatkan untuk pamer atau membuat orang tersebut menjadi sombong, at takatsur juga namanya..
#PLAK!
Jadi at takatsur bukan perkara bendanya maupun kuantitasnya. Lagipula penyebutan pelarangan bermegah-megahan di surat ini kan tidak ditujukan pada orang-orang tertentu saja (misalnya di ayat ini tidak disebutkan bahwa bermegah-megahan itu melalaikan orang beriman atau melalaikan orang kafir), ia adalah peringatan bagi semua, miskin maupun kaya. Selain itu, ayat pertama dari surat at takatsur ini dalam bahasa Arab menggunakan pola kalimat "past tense" yang berarti sesuatu yang sudah terjadi (telah melalaikan kamu..) oleh karena itu hal ini adalah sesuatu yang pasti pernah kita alami.
astaghfirullah >.<
Oh, ya..dan satu lagi..
di ayat ini tidak disebutkan kita akan terlalaikan dari apa, bukan?
bermegah-megahan telah melalaikan kamu..
iya, tapi melalaikan dari apa?
padahal di ayat lain disebutkan "apa yang membuat terdistraksi/lalai" dan "apa yang darinya kita dilalaikan",
misalnya
"Hai orang-orang yang beriman! Janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikanmu dari mengingat kepada Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian  maka mereka termasuk orang-orang yang merugi." (Q.s. Al-Munaafiquun: 9)

Kembali pada makna "alhaa", ia adalah sesuatu yang membuat kita terdistraksi dari apapun yang sebenarnya lebih penting dan baik untuk dikerjakan.

Hmm, ya, lagi-lagi ini tentang strata amal. Tidak cukup hanya baik. Harus selalu mencari apa yang lebih baik, yang lebih penting, yang lebih diprioritaskan, dan yang lebih utama di mata Allah..
Berkaca..
betapa seringnya terdistraksi oleh hal-hal yang mubah bahkan makruh, melalaikan yang sunah dan penuh keutamaan.
Jadi teringat suatu nasehat,
"Jangan ditinggalkan hanya karena hukumnya SUNNAH, dan jangan dikerjakan hanya karena hukumnya MAKRUH.."

ah, betapa seringnya salah kaprah
>.<
yak, demikian sedikit tentang QS At takatsur ayat pertama. Yang keduanya?
Nanti di tulisan "Distraksi Part2", insyaAllah :)
wallahua'alam bishowab
keterangan gambar:
kenapa gambar kucing? soalnya sering sekali kelucuannya membuat saya agak terdistraksi dari hal yang lebih penting >.<
ini baru lucunya anak kucing, gimana nanti lucunya anak sendiri?
huaa.. semoga nanti malah jadi penyejuk mata dan pengingat pada Allah ya, nak..
aamiin
:')
 
 
 
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

kata pepatah: "TAK KOMEN TANDA TAK MAMPU"

Mari saling membantu sesama blogger dengan memberikan komentar yang baik dan benar. Jika ingin bersaing di halaman pertama Hasil Pencarian Search Engine, mari kita lakukan persaingan sehat dengan tidak menghancurkan blog blogger lain melalui komentar spam.

Terima Kasih Sobat Sudah:
1. Berkomentar Dengan Sopan
2. Tidak Memasukkan Link Aktif Dalam Form Komentar
3. Berkomentar Sesuai Artikel/Postingan

Admin akan menghapus komentar yang tidak sesuai dengan 3 point di atas!

Coretan

 
Support : Indonersia Center | Rizki Viar |
Copyright © 2013. Indonersia Center - All Rights Reserved
Template re-design by Indonersia Center
Proudly powered by Blogger