Home » » Mencuci Sayur dan Buah

Mencuci Sayur dan Buah

Written By Rizki A. Noviar on Tuesday, February 5, 2013 | 02:48

Indonersia Center - Sayur dan buah kaya akan manfaat bagi kulit dan kesehatan. Namun sayur dan buah yang beredar sekarang banyak yang telah terpapar oleh pestisida. Tentu hal ini berbahaya bagi kesehatan! Apalagi jika terakumulasi secara terus-menerus dan dalam waktu panjang.

Solusinya memang bisa memilih produk pangan organik. Masalahnya, produk organik masih kurang di pasaran dan harganya pun lebih mahal. Jika sayur dan buah organik sulit didapat, sayur dan buah biasa tak perlu dimusuhi. Meskipun tidak menghilangkan sama sekali, ada trik untuk meminimalkan residu pestisida yang mengendap di dalam sayur dan buah. Ini triknya!


1. Cuci dengan air mengalir. Cara ini dapat mengurangi 20%-70% residu pestisida yang menempel, tergantung jenis pestisidanya.
Cuci bagian-bagian tanaman dengan detil, misalnya pada lipatan halus, tangkai bayam, serta gumpalan kuntum bunga kol dan brokoli. Tidak disarankan mencuci dengan direndam, karena racun yang telah larut dapat menempel kembali pada sayur dan buah.

2. Cuci dengan sabun khusus food grade. Cara ini dapat mengurangi residu yang menempel, terutama jika pada kulit masih terdapat lilin (parafin) atau minyak yang menyerap partikel pestisida. Lapisan parafin yang tampak mengkilat ini dimaksudkan untuk mengurangi penguapan sehingga buah tidak cepat keriput. Setelah dicuci dengan sabun, sayur dan buah harus dibilas dengan baik agar tidak ada sisa sabun yang tertinggal. 

3. Kupas kulit buah. Ini cara efektif menurunkan residu pestisida, jika kulit tersebut mampu menghambat pemindahan tempat atau translokasi zat racun ke jaringan lainnya. Kupas kulit buah dengan pisau jangan digigit dengan gigi.

Tanaman umbi-umbian, seperti kentang, bawang, dan ubi juga perlu dikupas karena pestisida dapat masuk melalui tanah. Buang lapisan luar sayur. Jangan segan membuang lapisan terluar dari sayuran yang berlapis-lapis, seperti selada, kol, dan sawi. Bagian terluar ini paling banyak terpapar pestisida.

4. Rendam dengan air panas. Cara ini efektif menurunkan residu 38%-97%, karena terjadi pelepasan dan penguraian pestisida ke dalam air dan uap air.

5. Rebus sayuran. Seperti halnya merendam dengan air panas, cara ini menurunkan residu pada sayuran jauh lebih rendah daripada bahan mentahnya, termasuk residu pestisida sistemik.


semoga bermanfaat ^_^
Share this article :

2 comments:

  1. terima kasih atas inspirasinya! Betul sekali, makanan sehat memang sangat penting, akan tetapi peralatan memasak yang sehat juga sama pentingnya.

    ReplyDelete

kata pepatah: "TAK KOMEN TANDA TAK MAMPU"

Mari saling membantu sesama blogger dengan memberikan komentar yang baik dan benar. Jika ingin bersaing di halaman pertama Hasil Pencarian Search Engine, mari kita lakukan persaingan sehat dengan tidak menghancurkan blog blogger lain melalui komentar spam.

Terima Kasih Sobat Sudah:
1. Berkomentar Dengan Sopan
2. Tidak Memasukkan Link Aktif Dalam Form Komentar
3. Berkomentar Sesuai Artikel/Postingan

Admin akan menghapus komentar yang tidak sesuai dengan 3 point di atas!

Coretan

 
Support : Indonersia Center | Rizki Viar |
Copyright © 2013. Indonersia Center - All Rights Reserved
Template re-design by Indonersia Center
Proudly powered by Blogger