Home » » Fakta dan Mitos tentang Kulit Bayi

Fakta dan Mitos tentang Kulit Bayi

Written By Rizki A. Noviar on Wednesday, February 6, 2013 | 02:48

Indonersia Center - Berbeda dengan kulit orang dewasa, lapisan kulit bayi masih tipis dan ikatan antara selnya masih lemah, sehingga secara struktural lapisan kulit mereka belum berkembang secara optimal. Tak heran jika rentan terhadap masalah kulit, alergi, dan infeksi. Namun, jangan sampai hal ini membuat ibu khawatir berlebihan. Cari tahu kebenaran mitos yang beredar agar ibu dapat mengatasi masalah yang muncul dengan tepat dan bijaksana.

Mitos: Jika rajin minum susu kacang kedelai, maka kulit bayi akan berwarna putih. Fakta: Fakta: Warna kulit bayi dipengaruhi oleh faktor genetik dari orangtuanya, bukan dari susu kedelai. Namun jika di usia 3 tahun ke atas muncul bercak-bercak putih dan terasa gatal, kemungkinan bayi menderita Pityriasis Alba. Penyebabnya bisa karena alergi, kurang terjaganya kebersihan, dan faktor genetik yang diturunkan secara langsung dari orang tua atau kakek/nenek.

Mitos: Popok sekali pakai akan menghindarkan bayi dari ruam popok.
Fakta: Tidak semua popok sekali pakai (pospak) memiliki kualitas baik. Jika kulit daerah tertutup popok berwarna merah dan muncul bintik-bintik, kemungkinan bayi terkena ruam popok (dermatitis/eksim popok), akibat terinfeksi jamur Candida albicans. Cuci segera selangkangan dan kemaluan bayi setiap mengganti pospak atau segera ganti pospak setelah bayi buang air besar atau kecil. 


Mitos: Saat hamil jangan makan buah stroberi karena akan menyebabkan bercak-bercak merah seperti warna stroberi pada kulit bayi.
Fakta: Tidak ada kaitan antara mengonsumsi stroberi dengan tibulnya bercak pada kulit bayi. Memang seringkali ditemui bercak berwarna merah terang yang dikenal dengan nama Strawberry Hemangioma. Hal ini merupakan tumor jinak yang disebabkan pertumbuhan pembuluh darah yang tidak normal, dan dapat terjadi di setiap jaringan pembuluh darah. 



Mitos: Jika menyusui jangan sampai mengenai wajah bayi karena bisa menyebabkan daerah pipinya berwarna kemerahan dan pertanda kalau bayi alergi ASI.
Fakta: ASI satu-satunya makanan yang wajib diberikan hingga uisa 6 bulan, setelah itu baru boleh diberikan makanan pendamping ASI. ASI tidak menyebebkan alergi pada bayi, namun justru dapat mencegah alergi karena mengandung zat antibodi. Jika daerah pipi bayi berwarna kemerahan dan timbul gelembung-gelembung kecil berisi cairan jernih, itu artinya bayi terkena Dermatitis Atopi (eksim susu). Penyebabnya berasal dari makanan, faktor keturunan, keringat, dan debu.
Share this article :

1 comments:

  1. mitos memang kepercayaan orang dulu tanpa ada bukti... jadi memang harus tahu kebenarannya agar tidak salah kapreah... kebanyakan orang-orang pada salah kaprah

    ReplyDelete

kata pepatah: "TAK KOMEN TANDA TAK MAMPU"

Mari saling membantu sesama blogger dengan memberikan komentar yang baik dan benar. Jika ingin bersaing di halaman pertama Hasil Pencarian Search Engine, mari kita lakukan persaingan sehat dengan tidak menghancurkan blog blogger lain melalui komentar spam.

Terima Kasih Sobat Sudah:
1. Berkomentar Dengan Sopan
2. Tidak Memasukkan Link Aktif Dalam Form Komentar
3. Berkomentar Sesuai Artikel/Postingan

Admin akan menghapus komentar yang tidak sesuai dengan 3 point di atas!

Coretan

 
Support : Indonersia Center | Rizki Viar |
Copyright © 2013. Indonersia Center - All Rights Reserved
Template re-design by Indonersia Center
Proudly powered by Blogger