Home » » Tentang Dia

Tentang Dia

Written By Rizki A. Noviar on Sunday, January 13, 2013 | 04:00

Dia. Mungkin kalian tak begitu mengenalnya. Pada awalnya aku juga. Namun kini, setelah mengetahui (walau sedikit), rasanya tak bisa lagi tak jatuh hati..
Dia tidak peduli terhadap dirinya sendiri, tidak ingin dikenal ketika datang dan tidak ingin dicari ketika tidak hadir. Dia tidak banyak dikenali penduduk bumi, tapi sangat dikenali penduduk langit. Dia benar-benar tidak pandai bertingkah demi menarik simpati manusia.
Dia adalah orang yang ketika mendengar Qur’an atau Hadis dibacakan lalu menangislah matanya karena bening hatinya, lalu dia cepat menoleh seakan tidak ada apa-apa sambil berkata, “mmm….berat sekali flu ini”

Begitulah, padahal hatinya begitu bersih, tapi tak sedikitpun keinginan untuk dipuji manusia timbul dari hatinya, menutupi putihnya hati dengan pura-pura flu. Baginya, pujian manusia adalah hal kecil, yang dia butuhkan hanyalah pujian Allah swt.
Dia, kelakuan sehari-harinya tak ubah seperti manusia biasa. Tapi dibalik itu semua, tersimpan rahasia kejernihan niatnya. Siang hari, banyak tertawa seperti manusia pada umumnya. Tetapi ketika malam sudah beranjak, maka terdengarlah raungan tangis taubat mereka, seperti pembunuh orang sekampung, meraung menangis sejadi-jadinya, meminta ampun seperti orang paling berdosa sedunia. Dialah orang yang shalat sunnah sembunyi-sembunyi, berharap tak seorangpun di dunia ini tahu tentang shalat sunnahnya. Dia adalah manusia yang bersedekah, ketika para pengemis tertidur. Ketika bangun dan menemukan uang entah milik siapa, si pengemis hanya bersyukur dan berdoa terhadap ‘manusia tersembunyi’ ini. Betapa dia tak ingin si pengemis tahu dia telah berinfak, jangankan untuk dipamer-pamerkan kesemua orang.

Dia, manusia mulia ini, adalah dia yang membaca Al Qur’an dengan tenang diantara khalayak, namun menangis sejadi-jadinya ketika membacanya sendirian. Dia, orang yang berjalan di hamparan bumi ini seperti banyak menusia lainnya. Padahal di tiap langkahnya, bergemuruh zikir di dalam hatinya. Mulutnya sama sekali tertutup, tak berharap ada orang yang tahu apalagi memuji. Dia, orang berhati mulia. Mutiara tersembunyi di balik khalayak manusia. 
Ah, dia..
hmm..mungkin lebih tepatnya, mereka..
Merekalah yang dikenal sebagai al akhfiya, orang-orang langka yang sulit dicari ataupun dikenali, orang-orang mulia tersembunyi yang selalu menyembunyikan setiap kebaikan yang dilakukannya. Dihadapan manusia, mereka berlaku biasa-biasa saja, tapi setelah semua manusia menghilang, maka sebenarnya, mereka ini adalah ‘gembong mafia kebaikan yang benar-benar underground’ kebaikannya.
Hanya terus berharap mimpi indah semoga menjadi kenyataan indah
menjadi bagian dari mereka atau setidaknya menjadi begitu dekat dan mencintai mereka
Al- akhfiya..
menjadi beberapa bulu putih dari milyaran bulu hitam.. 
menjadi jarum terjatuh, langka dicari dibalik jerami insan….

aamiin ya Rabb :')
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

kata pepatah: "TAK KOMEN TANDA TAK MAMPU"

Mari saling membantu sesama blogger dengan memberikan komentar yang baik dan benar. Jika ingin bersaing di halaman pertama Hasil Pencarian Search Engine, mari kita lakukan persaingan sehat dengan tidak menghancurkan blog blogger lain melalui komentar spam.

Terima Kasih Sobat Sudah:
1. Berkomentar Dengan Sopan
2. Tidak Memasukkan Link Aktif Dalam Form Komentar
3. Berkomentar Sesuai Artikel/Postingan

Admin akan menghapus komentar yang tidak sesuai dengan 3 point di atas!

Coretan

 
Support : Indonersia Center | Rizki Viar |
Copyright © 2013. Indonersia Center - All Rights Reserved
Template re-design by Indonersia Center
Proudly powered by Blogger