Home » » (Mungkin) Tak Bisa Lagi Jadi Sahabat

(Mungkin) Tak Bisa Lagi Jadi Sahabat

Written By Rizki A. Noviar on Monday, January 21, 2013 | 00:40


 


 karena cobaan kita berbeda, mengertilah!

jika kau merasa tak mampu menjadi sahabat baiknya
jadilah saudara yang senantiasa mendoakan
karena tak pernah ada yang tahu isi hati orang




Orang mengatakan kita tengah bersahabat.


Ya, mungkin memang belum semulia Abu Bakar yang rela kakinya digigit ular berbisa agar tak menggannggu lelapnya Rasulullah yang tengah ada di pangkuannya. Nampaknya belum seluar biasa kaum anshar juga, yang rela membagi semua yang dimikinya pada kaum muhajirin yang padahal baru saja dikenalnya.


"Hanya" sekedar menikmati makanan bersama (aku yang beli kamu yang makan), beberapa canda (aku yang ditertawai kamu yang menertawakan,haha,tapi kadang gantian), beberapa nasehat, beberapa timpukan botol dan toyor-toyoran(?), beberapa beban yang saling kita ringankan, beberapa peluh yang saling kita basuh, dan juga beberapa tangis sesenggukan (dan agak ingusan) yang sering kita ubah menjadi senyuman.


Ah, begitu sederhana. Tapi, entah bagaimana, betapa sangat membuat bahagia.


Dan suatu hari, akhirnya masuk juga kita pada bab Perpisahan. Perpisahan yang bersifat memaksa dan siap menghampiri siapa saja yang sedang menikmati indahnya kebersamaan. Pada bab ini, kita mulai membeda. Aku ke selatan, kau ke utara. Dan yang kita lakukan tak lagi sama. Medan perang dan musuh kita tak lagi serupa.


Dan pada bab ini, mungkin nantinya aku tak akan bisa lagi jadi sahabat yang baik bagimu, pun sebaliknya kamu.


Tak bisa lagi menyiagakan telinga untuk mendengar cerita-cerita. Tak bisa lagi menyediakan pundak untuk sekedar "menggerimis". Tak sampai lagi mengulurkan tangan untuk meringankan atau sekedar menepuk memberi semangat. Tak bisa lagi ikut berkerut kening memikirkan segala hal yang membuatmu kesulitan. Dan bahkan percayalah, menimpukmu dengan botol atau mencubit pipimu yang tembem itu pada bab ini akan menjadi suatu kerinduan yang mendalam.


Sungguh,
kita akan sangat kesulitan menjadi "sahabat yang baik".


Tapi jangan khawatir, meskipun tak bisa menjadi sahabat baik bagi orang yang kita cinta, kita akan bisa, selalu bisa, menjadi saudara yang baik yang senantiasa mendoakannya.


Maka kini, saat kesibukan dan jarak menelan spasi, melebarkannya, dan menjeda kita. Percayalah, bahwa aku akan selalu berusaha memelukmu lewat doa..


Jika cinta kelak akan menjadi masa lalu

Mengapa harus terlalu banyak menuntut dan meminta
Sedangkan memberi jauh lebih bermakna


Bila bahagia kelak akan menjadi masa lalu
Mengapa harus dinikmati sendiri
Sedangkan kebersamaan akan jauh lebih berarti


Jika hidup kelak akan menjadi masa lalu
Mengapa harus diisi dengan hal yang sia-sia
Sedangkan masih begitu banyak amal yang bermakna


Dan jika semua kelak telah menjadi masa lalu
Aku ingin kita tengah berada di atas dipan-dipan beralaskan emas permata dan berbantalkan sutera
Bersandar di atasnya dan berhadap-hadapan
Kemudian kita saling bercerita
Tentang apa yang telah kita kerjakan di masa lalu
Yang akhirnya menyebabkan kita dijamu
Di surga-Nya yang tak ada akhirnya...


Aamiin...




"We’re meant to lose the people we love. How else are we supposed to know how important they are?"

_The Curious Case of Benjamin Button_




hiks :')
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

kata pepatah: "TAK KOMEN TANDA TAK MAMPU"

Mari saling membantu sesama blogger dengan memberikan komentar yang baik dan benar. Jika ingin bersaing di halaman pertama Hasil Pencarian Search Engine, mari kita lakukan persaingan sehat dengan tidak menghancurkan blog blogger lain melalui komentar spam.

Terima Kasih Sobat Sudah:
1. Berkomentar Dengan Sopan
2. Tidak Memasukkan Link Aktif Dalam Form Komentar
3. Berkomentar Sesuai Artikel/Postingan

Admin akan menghapus komentar yang tidak sesuai dengan 3 point di atas!

Coretan

 
Support : Indonersia Center | Rizki Viar |
Copyright © 2013. Indonersia Center - All Rights Reserved
Template re-design by Indonersia Center
Proudly powered by Blogger