Home » » Merintiklah!

Merintiklah!

Written By Rizki A. Noviar on Saturday, January 12, 2013 | 17:58

Mengapa setiap aku datang kau sering berlindung di balik payungmu yang terkembang ? :(


Hmm..


Aku menyukaimu hujan. Tapi rasanya tak ada yang pernah bertanya mengapa setiap kali hujan datang payungku sering kukembangkan.


Mungkin memang, dulu, ketika kanak-kanak, bagiku berpayung di bawah hujan bukanlah suatu keharusan. Berlarian, menari, dan merasakan tiap rintiknya menepuk-nepuk pipi, itulah yang kulakukan, karena, ya, itu begitu menyenangkan. Tapi biasanya semua itu akan berujung pada sedikit flu atau demam. Agak kurang menyenangkan karena setelah itu aku harus banyak istirahat dan diam.


Bukan, tentu bukan salah hujan.. Aku tetap menyukai hujan. Salahku yang menyambutnya terlalu kekanak-kanakan (saat itu).

Lalu sekarang ketika aku sudah cukup, ehm..dewasa, aku tetap menyukai hujan. Menyukainya dan berjalan di bawahnya dengan payung terkembang. Menyukainya sambil memandangi rintik-rintiknya dari jendela. Menyukainya dan membiarkannya meresap ke dalam tanah kemudian menghirup aroma petrichornya yang melegakan.Ya, menyukai hujan dengan kedewasaan, haha..

Ah, sekalian saja. Mumpung kau datang. Aku ingin banyak berterimakasih. Karena datangmulah aku kian sering berbincang dengan-Nya. Karena datangmu pulalah aku jadi sering sekali terjebak suasana melankolis, menjadi begitu gampang menangis. Tenang saja, masih dalam tahap wajar, aku memang memerlukannya sesekali untuk melembutkan hati.

Katanya, hmm, kau pernah sedikit merasa "cemburu" pada matahari dan bintang-bintang?
Haha, entah ini berita konyol darimana. Tapi jika memang begitu, kuberitahukan satu hal. Setiap kita memiliki sesuatu spesifik yang membuat kita spesial. Dan kau memang teristimewakan karena kau hanya sesekali datang. Bahkan tahukah? Aku sering merasa takut waktu menelan spasi dan melebarkannya, menjadikannya sebuah kemarau yang sering membuat orang-orang risau. Tapi sekali lagi itulah istimewanya, menjedanya sang waktu agar kami rindu dan mensyukuri hadirmu..

Ah, hujan..tak perlulah hal sesepele itu kau pertanyakan. Terkadang ada hal yang tak membutuhkan alasan dan terkadang menyederhana akan membuat kita jauh lebih bahagia.

Jadi,
tersenyumlah dan tetap merintik, hujan..



#Yiruma,"Kiss The Rain".
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

kata pepatah: "TAK KOMEN TANDA TAK MAMPU"

Mari saling membantu sesama blogger dengan memberikan komentar yang baik dan benar. Jika ingin bersaing di halaman pertama Hasil Pencarian Search Engine, mari kita lakukan persaingan sehat dengan tidak menghancurkan blog blogger lain melalui komentar spam.

Terima Kasih Sobat Sudah:
1. Berkomentar Dengan Sopan
2. Tidak Memasukkan Link Aktif Dalam Form Komentar
3. Berkomentar Sesuai Artikel/Postingan

Admin akan menghapus komentar yang tidak sesuai dengan 3 point di atas!

Coretan

 
Support : Indonersia Center | Rizki Viar |
Copyright © 2013. Indonersia Center - All Rights Reserved
Template re-design by Indonersia Center
Proudly powered by Blogger