Home » » Defisit Volume Cairan

Defisit Volume Cairan

Written By Rizki A. Noviar on Wednesday, December 26, 2012 | 20:30

Indonersia Center - Defisit volume cairan terjadi ketika tubuh kehilangan cairan dan elektrolit ekstraseluler dalam jumlah yang proporsional (isotonik). Kondisi seperti ini disebut juga hipovolemia. Umumnya, gangguan ini diawali dengan kehilangan cairan intravaskuler, lalu diikuti dengan perpindahan cairan interseluler menuju intravaskuler sehingga menyebabkan penurunan cairan ekstraseluler. Untuk untuk mengkompensasi kondisi ini, tubuh melakukan pemindahan cairan intraseluler.
Secara umum, defisit volume cairan disebabkan oleh beberapa hal, yaitu kehilangan cairan abnormal melalui kulit, penurunan asupan cairan, perdarahan dan pergerakan cairan ke lokasi ketiga (lokasi tempat cairan berpindah dan tidak mudah untuk mengembalikanya ke lokasi semula dalam kondisi cairan ekstraseluler istirahat). Cairan dapat berpindah dari lokasi intravaskuler menuju lokasi potensial seperti pleura, peritonium, perikardium, atau rongga sendi. Selain itu, kondisi tertentu, seperti terperangkapnya cairan dalam saluran pencernaan, dapat terjadi akibat obstruksi saluran pencernaan.
Faktor Risiko
1.Kehilangan cairan berlebih
a. Muntah
b. Diare
c. Pengisapan lambung
d. Drainase/ sekresi dari luka/ fistula
e. Keringat berlebih

2. Ketidakcukupan asupan cairan
a. Anoreksia
b. Mual, muntah
c. Tidak ada cairan
d. Depresi, konfusi

Tanda klinis
  • penambahan berat badan pada kasus
  • perpindahan cairan ke lokasi ketiga
- 2% (ringan)
- 5% (sedang)
- 8% (berat)
  • Penurunan turgor kulit
  • Nadi cepat dan lemah
  • Penurunan Tekanan Darah
  • Hipotensi postural
  • Penurunan volume darah
  • Bunyi nafas jelas
  • Asupan lebih sedikit daripada haluaran
  • Penurunan volume urine (kurang dari 30ml/jam), dapat meningkatkan karena kegagalan mekanisme regulasi
  • Mukosa membran kering, penurunan salivasi
  • Vena leher datar
  • Pengisian vena lambat
  • Menyatakan haus/ lemas
DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. KEKURANGAN VOLUME CAIRAN

Definisi
Kondisi ketika individu mengalami atau mengalami resiko dehidrasi vascular, interstisial, atau intravascular.

BATASAN KARAKTERISTIK
Mayor
  • Ketidak cukupan asupan cairan per oral
  • Balans negative antara asupan dan haluaran
  • Penurunan berat badan
  • Kulit/membrane mukosa kering ( turgor menurun)
Minor
  • Peningkatan natrium serum
  • Penurunun haluaran urine atau haluaran urine berlebih
  • Urine pekat atau sering berkemih
  • Penurunan turgor kulit
  • Haus, mual/anoreksia

Faktor yang berhubungan
  • Berhubungan dengan haluaran urine berlebih, sekunder akibat diabetes insipidus
  • Berhubungan dengan peningkatan permeabilitas kapiler dan kehilangan cairan melalui evaporasi akibat luka bakar
  • Berhubungan dengan kehilangan cairan, sekunder akibat demam, drainase abnormal, dari luka, diare
  • Berhubungan dengan penggunaan laksatif, diuretic atau alcohol yang berlebihan
  • Berhubungan dengan mual, muntah
  • Berhubungan dengan motivasi untuk minum, sekunder akibat depresi atau keletihan
  • Berhubungan dengan masalah diet
  • Berhubungan denganpemberian makan perselang dengan konsentrasi tinggi
  • Berhubungan dengan konsentrasi menelan atau kesulitan makan sendiri akibat nyeri mulut
  • Intervensi Keperawatan
No Diagnosa Tujuan Kriteria hasil Intervensi rasional
1 Kekurangan Volume Cairan
berhubungan
dengan:
- Haluaran urine
berlebih,
sekunder
akibat diabetes
insipidus
- Peningkatan
permabilitas
kapiler dan
kehilangan
cairan melalui
evaporasi
akibat luka
bakar
- Kehilangan
cairan,
sekunder
akibat demam,
drainase
abnormal dari
luka, diare
- Penggunaan
laksatif,
diuretik atau
alkohol
berlebihan
- Mual, muntah
- Penurunan
motivasi untuk
minum,
sekunder
akibat depresi/
keletihan
- Masalah diet
- Pemberian
makan per
slang dg.
Konsentrasi
tinggi
- Kesulitan
menelan
Menyeimbang kan volume
cairan sesuai
dengan
Kebutuhan
tubuh
- Terjadi peningkatan
asupan cairan
minimal 2000 ml
per hari (kecuali
ada
kontraindikasi)
- Menjelaskan
perlunya
meningkatkan
asupan cairan
pada saat stress /
cuaca panas
- Mempertahankan
berat jenis urine
dalam batas
normal
- Tidak
menunjukan
tanda- tanda
dehidrasi
Kaji cairan yang disukai
klien dalam
batas diet
- Rencanakan
target
pemberian
asupan cairan
untuk setiap
sif, mis: siang
1000 ml. Sore
800 ml dan
malam 200 ml
- Kaji
pemahaman
klien tentang
alasan
mempertahank
an hidrasi yang
adekuat
- Catat asupan
dan haluaran
- Pantau asupan
per oral,
minimal 1500
ml/24 jam.
- Pantau
haluaran cairan
1000- 1500
ml/24 jam.
Pantau berat
jenis urine
- Membuat klien lebih
kooperatif
- Mempermud
ah untuk
memantauan
kondisi klien
- Pemahaman
tentang
alasan
tersebut
membantu
klien dalam
mengatasi
gangguan
- Untuk
mengetahui
perkembanga
n status
kesehatan
klien
- Untuk
mengontrol
asupan klien

Implementasi Keperawatan
No Diagnosa Intervensi Implementasi
1 Kekurangan Volume Cairan berhubungan
dengan:
- Haluaran urine berlebih, sekunder akibat diabetes insipidus
- Peningkatan
permabilitas kapiler dan kehilangan cairan melalui evaporasi akibat
luka bakar
- Kehilangan cairan,
sekunder akibat demam, drainase abnormal dari luka, diare
- Penggunaan laksatif, diuretik atau alkohol berlebihan
- Mual, muntah
- Penurunan motivasi untuk minum, sekunder
akibat depresi/ keletihan
- Masalah diet
- Pemberian makan per slang dengan Konsentrasi tinggi
- Kesulitan menelan
- Kaji cairan yang disukai klien dalam batas diet
- Rencanakan target
pemberian asupan cairan
untuk setiap sif, mis: siang
1000 ml. Sore 800 ml dan
malam 200 ml
- Kaji pemahaman klien
tentang alasan
mempertahankan hidrasi
yang adekuat
- Catat asupan dan haluaran
- Pantau asupan per oral,
minimal 1500 ml/24 jam.
- Pantau haluaran cairan 1000- 1500 ml/24 jam.
Pantau berat jenis urine
- Mengkaji cairan yang disukai klien dalam batas
diet
- Merencanakan target
pemberian asupan cairan
untuk setiap sif, mis: siang
1000 ml. Sore 800 ml dan
malam 200 ml
- Mengkaji pemahaman klien
tentang alasan
mempertahankan hidrasi
yang adekuat
- Mencatat asupan dan
haluaran
- Memantau asupan per oral,
minimal 1500 ml/24 jam.
- Memantau haluaran cairan
1000- 1500 ml/24 jam.
Pantau berat jenis urine

Referensi :
Sherwood, Lauralee. 2001. Fisiologi Manusia Dari Sel ke Sistem. Ed. 2. Jakarta: EGC.
Smeltzer, c. Suzanne,dkk. 2002. Buku ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner dan Sudarth. Ed.8. Vol.1. Jakarta: EGC.





Menyelesaikan studi S1 Ners nya selama 5 tahun di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Satu tahun ini Nurul mengabdikan diri menjadi perawat melalui Program Pencerah Nusantara. Nurul mendapatkan wilayah penugasan di Puskesmas Ahmad Yani, Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Sila follow twitternya di @lunbul89
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

kata pepatah: "TAK KOMEN TANDA TAK MAMPU"

Mari saling membantu sesama blogger dengan memberikan komentar yang baik dan benar. Jika ingin bersaing di halaman pertama Hasil Pencarian Search Engine, mari kita lakukan persaingan sehat dengan tidak menghancurkan blog blogger lain melalui komentar spam.

Terima Kasih Sobat Sudah:
1. Berkomentar Dengan Sopan
2. Tidak Memasukkan Link Aktif Dalam Form Komentar
3. Berkomentar Sesuai Artikel/Postingan

Admin akan menghapus komentar yang tidak sesuai dengan 3 point di atas!

Coretan

 
Support : Indonersia Center | Rizki Viar |
Copyright © 2013. Indonersia Center - All Rights Reserved
Template re-design by Indonersia Center
Proudly powered by Blogger