Home » » Teknik Penyadapan EKG

Teknik Penyadapan EKG

Written By Rizki A. Noviar on Saturday, September 8, 2012 | 07:06

Indonersia - Pencatatan EKG secara internasional dilakukan dengan standar :
1. Kecepatan laju kertas 25 mm/detik atau 50 mm/detik
2. Ukuran galvanometer setinggi 0,5 mv, 1mv, dan 2mv. Pencetakan daya ukur galvanometer dinamakan kalibrasi. Kalibrasi dilakukan tiga kali berturut-turut sebelum dan sesudah perekaman EKG. Tiap perubahan daya ukur harus dicatat.

Sadapan

Apabila electrode dari sebuah alat EKG dipasang pada tempat-tempat tertentu pada tubuh, maka terjadilah satu sadapan (Lead), yaitu :
1. Sadapan Bipolar (sadapan standar)
Ditandai dengan angka romawi I,II, dan III.
I. Elektrode yang positif dihubungkan dengan lengan kiri dan electrode negatif dengan lengan kanan.
II. Elektrode yang positif dihubungkan dengan kaki kiri dan yang negatif dengan lengan kanan.
III. Elektrode yang positif dihubungkan dengan kaki kiri dan yang negatif dengan lengan kiri.
2. Sadapan Unipolar Ekstremitas
Augmented Ekstremitas Lead à aVR, aVL, aVF
3. Sadapan Unipolar Prekordial
Sadapan Unipolar Prekordial atau dada ini diberikan tanda dengan huruf V (voltage) dan disertai angka dibelakangnya yang menunjukan lokasi diatas prekordium. Posisi electrode menurut American Heart Association adalah :
V1 : Sela iga ke 4 pada garis sternal kanan.
V2 : Sela iga ke 4 pada garis sternal kiri.
V3 : Diantara V2 dan V4.
V4 : Ruang iga ke 5 pada garis tengah klavikula kiri.
V5 : Garis aksila depan sejajar dengan V4.
V6 : Garis aksila tengah sejajar dengan V4.

Persiapan alat

1. Mesin EKG dilengkapi dengan 3 kabel :
a. Kabel untuk listrik
b. Kabel untuk bumi
c. Kabel untuk penderita terdiri dari 10 Kabel ( 4 kabel ekstremitas dan 6 kabel dada)
2. Plat elektrode yaitu :
a. Empat buah Elektode ekstremitas.
b. Enam buah elektroda isap.
3. Kassa/kapas alkohol
4. Jelly
5. Kertas EKG
6. Tissue

Penempatan electrode

1. Elektrode ekstremitas atas dipasang dipergelangan tangan kanan dan kiri searah telapak tangan
2. Elektrode ekstremitas bawah dapasang dipergelangan kaki kanan dan kiri sebelah dalam
3. Posisi pada pergelangan tangan bukanlah mutlak, bila diperlukan dapat dipasang sampai di bahu kanan dan kiri dan di pangkal paha kanan dan kiri. Kemudian kabel-kabel ekstremitas dihubungkan :
- Merah à Lengan kanan
- Kuning à Lengan kiri
- Hijau à Kaki kiri
- Hitam à Kaki kanan
4. Elektode dada harus terpasang seperti yang telah disebut diatas.
5. Hidupkan mesin EKG dan tunggu sebentar untuk pemanasan
6. Periksa kembali standardisasi dari EKG.
7. Pindahkan Lead Selector, dibuat pencatatan EKG berturut-turut sbb: Sadapan I, II, III, aVR, aVL, aVF, V1, V2, V3, V4, V5, dan V6.
8. Selesai pencatatan pindahkan kembali Lead Selector.
9. Matikan mesin EKG
10. Rapikan penderita dan alat-alat.
11. Catat dipinggir kiri atas kertas EKG:
- Nama
- Umur/Jenis kelamin
- Tanggal
- Jam
12. Catat nama yang merekam di kiri bawah kertas
13. Setiap sadapan diberi tanda yang sesuai.

Perhatian

1. Sebelum melakukan penyadapan periksa dahulu tegangan mesin EKG.
2. Alat selalu pada posisi Stop bila tidak digunakan.
3. Kalibrasi dapat memakai ½ mV bila amplitudo terlalu besar dan 2 mV bila terlalu kecil.
4. Dalam melakukan penyadapan EKG, perawat harus menghadap penderita.
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

kata pepatah: "TAK KOMEN TANDA TAK MAMPU"

Mari saling membantu sesama blogger dengan memberikan komentar yang baik dan benar. Jika ingin bersaing di halaman pertama Hasil Pencarian Search Engine, mari kita lakukan persaingan sehat dengan tidak menghancurkan blog blogger lain melalui komentar spam.

Terima Kasih Sobat Sudah:
1. Berkomentar Dengan Sopan
2. Tidak Memasukkan Link Aktif Dalam Form Komentar
3. Berkomentar Sesuai Artikel/Postingan

Admin akan menghapus komentar yang tidak sesuai dengan 3 point di atas!

Coretan

 
Support : Indonersia Center | Rizki Viar |
Copyright © 2013. Indonersia Center - All Rights Reserved
Template re-design by Indonersia Center
Proudly powered by Blogger