Home » » Selalu Ada Tetesan Setelah Tetesan Terakhir

Selalu Ada Tetesan Setelah Tetesan Terakhir

Written By Rizki A. Noviar on Monday, September 3, 2012 | 00:52

Pasar malam dibuka di sebuah kota. Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa dan menarik adalah atraksi manusia kuat. Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini.

saking hebatnya.. Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang saja. Tinjunya pun dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping. Ia juga mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Yang lebih menarik, setiap kali menutup pertunjukkannya ia mempertunjukkan atraksi memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir. ‘ya…Hingga tetes terakhir', pikirnya.


Manusia kuat itu lalu menantang para penonton : "Hadiah yang besar telah aku sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!"

Kemudian naiklah seorang lelaki, bertubuh atletis, dengan Tangannya kekar. Ia memeras dan terus memeras... dan menekan sisa jeruk... tapi tak setetespun air jeruk keluar. “Aaaggghhhh… teriaknya kesal” Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Dan Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya pun ikut mencoba, tetap saja tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu tersenyum-senyum sinis sambil berkata : "Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?"

Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. "Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung." Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita yang tergopgoh-gopoh itu naik ke atas pentas. Tak pelak Beberapa orang yang menonton tergelak-gelak dan mengolok-olok wanita itu. Hah.hah.hah.. Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini, “sahutnya”..

ketika Wanita tua itu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Dengan santai wanita itu mencoba memegang sisa jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, dan terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras... dan "ting!" setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh di atas meja panggung. “haaaaah!!?? Sahut Penonton terperangah, terperanjat bercampur malu. Tak pelak cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.

Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, dan berkata, "Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu. Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?"

"Begini," jawab wanita itu, "Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku. Jika engkau memiliki tanggungan beban seperti itu, engkau akan mengetahui bahwa selalu ada TETESAN AIR walau itu di padang gurun sekalipun. Engkau juga akan mengetahui JALAN untuk menemukan TETESAN-TETESAN itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang engkau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku".

Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir. Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku alami. Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku. Aku percaya TUHANku hidup dan aku percaya tetesan berkat-Nya tidak akan pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada pribadi yang mengasihiku. Ia adalah TUHAN-ku..

Mengapa Anda mendengarkan gonggongan anjing dan tidak diam mendengarkan nyanyian merpati?
Mengapa Anda melihat gelapnya malam saja, dan tidak menyaksikan indahnya bulan dan kerlipan bintang itu?
Mengapa Anda mengeluhkan sengatan lebah dan lupa manisnya madu?
 
Bila Anda memiliki alasan yang cukup kuat, Anda akan menemukan jalannya, demikian kata seorang bijak. Seringkali kita tak kuat melakukan
sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menerima hal tersebut. Teruslah berjuang.. saya Yakin Anda BISA..

SEMANGAAAT…..
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

kata pepatah: "TAK KOMEN TANDA TAK MAMPU"

Mari saling membantu sesama blogger dengan memberikan komentar yang baik dan benar. Jika ingin bersaing di halaman pertama Hasil Pencarian Search Engine, mari kita lakukan persaingan sehat dengan tidak menghancurkan blog blogger lain melalui komentar spam.

Terima Kasih Sobat Sudah:
1. Berkomentar Dengan Sopan
2. Tidak Memasukkan Link Aktif Dalam Form Komentar
3. Berkomentar Sesuai Artikel/Postingan

Admin akan menghapus komentar yang tidak sesuai dengan 3 point di atas!

Coretan

 
Support : Indonersia Center | Rizki Viar |
Copyright © 2013. Indonersia Center - All Rights Reserved
Template re-design by Indonersia Center
Proudly powered by Blogger