Home » » Rangkuman EKG Dasar

Rangkuman EKG Dasar

Written By Rizki A. Noviar on Saturday, September 8, 2012 | 07:05

Indonersia - 1. Irama jantung
- Lihat di lead II
- Lihat gel. P : (+); (-); (tidak ada)
- Lihat komplek QRS (sempit atau lebar)
  1. Irama Sinus
- Gelombang P defleksi (+) positif/cembung keatas.
- QRS sempit <= 3 kotak kecil
- Frekwensi normal 60-100 x/m, disebut sinur ritme
- Bila HR <> 100 x/m disebut sinus takikardi
  1. Irama Junction
- Gel P defleksi (-) negatif/cekung kebawah
- QRS sempit <= 3 kotak kecil
- Frekwensi 40-60 x/m
  1. Irama Ventrikel
- Gelombang P Tidak ada/lurus
- QRS lebar > 3 kotak kecil
- Frekwensi 20-40 x/m

2. Menghitung frekwensi (x/menit)
- Bagi 1500 dengan jarak R-R (kotak kecil) atau
- Bagi 300 dengan jarak R-R (kotak sedang)
- Hitung gel R dalam 6 detik kalikan dengan 10.
3. Menentukan adanya gangguan konduksi
A. Blok AV
Hitung panjang interval PR, dimana panjang PR lebih dari 0,2 detik atau 5 kotak kecil
1) AV blok derajat I
- Interval PR memanjang > 5 kotak kecil secara konstan.
- Durasi/panjang Interval PR satu dengan interval PR berikutnya sama
- Setiap P diikuti Kompleks QRS
2) AV blok derajat II Mobitz type I (Wenckebach)
- Durasi/panjang Interval PR satu ke Interval PR berikutnya makin panjang.
- Ada gelombang P yang tidak diikuti Kompleks QRS.
3) AV blok derajat II Mobitz type II
- Durasi/panjang Interval PR normal.
- Ada gelombang P yang tidak diikuti Kompleks QRS.
4) AV blok derajat III/ Total AV Blok (TAVB)
- Gelombang P lebih banyak daripada Kompleks QRS hampir dua kali lipat
- Gelombang P tidak diikuti oleh Kompleks QRS.
- Kompleks QRS terbentuk dari depolarisasi Ventrikel

B.
Blok Cabang Berkas/ Bundle Branch Block (BBB)
- Identifikasi adanya bentuk komplek QRS seperti huruf M dengan lebar lebih dari 0,12 detik.
- Tentukan pada sadapan berapa Komplek QRS seperti hurup M tersebut
- Bila Kompleks QRS yang menyerupai huruf M ada di V1-V3 diidentifikasi sebagai RBBB, Bila terdapat di lead V4-V6 disebut LBBB

4. Menentukan adanya ganguan perfusi
- Identifikasi adanya T inversi, ST depresi dan elevasi, dan Q pathologi.
- Q patologi bermakna kematian jaringan otot jantung/old infark
- ST Elevasi dan depresi bermakna infark akut
- T inverted artinya iskemi

5. Menentukan adanya hipertropi
- Jumlahkan gel S di V1 dengan R di V5/V6, BILA > 35 KK menggambarkan LVH
- Identifikasi perbandingan antara S dengan R di V1
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

kata pepatah: "TAK KOMEN TANDA TAK MAMPU"

Mari saling membantu sesama blogger dengan memberikan komentar yang baik dan benar. Jika ingin bersaing di halaman pertama Hasil Pencarian Search Engine, mari kita lakukan persaingan sehat dengan tidak menghancurkan blog blogger lain melalui komentar spam.

Terima Kasih Sobat Sudah:
1. Berkomentar Dengan Sopan
2. Tidak Memasukkan Link Aktif Dalam Form Komentar
3. Berkomentar Sesuai Artikel/Postingan

Admin akan menghapus komentar yang tidak sesuai dengan 3 point di atas!

Coretan

 
Support : Indonersia Center | Rizki Viar |
Copyright © 2013. Indonersia Center - All Rights Reserved
Template re-design by Indonersia Center
Proudly powered by Blogger